" nama ustad " : " ust . ahmad sarwat , lc . , ma "

" judul " : " cara niat puasa "

" isi " : " assalamualaikum wr . wb . " , " pak ustadz , langsung saja , saya mau tanya bagaimana cara niat puasa yang benar ? apakah harus kita lafazkan atau dengan kita sengaja puasa cara otomatis kita telah niat untuk puasa ? saya pernah dengar niat itu arti sengaja jadi kalau kita sengaja laku puasa arti sudah niat tanpa harus dilafazkan . mohon jelas . " , " assalamualai kum wr . wb . "

" jawaban1 " : " wed 27 september 2006 08 : 20  " , "  5 . 816 views  n " , " n " , " n " , " assalamualaikum wr . wb . " , " pak ustadz , langsung saja , saya mau tanya bagaimana cara niat puasa yang benar ? apakah harus kita lafazkan atau dengan kita sengaja puasa cara otomatis kita telah niat untuk puasa ? saya pernah dengar niat itu arti sengaja jadi kalau kita sengaja laku puasa arti sudah niat tanpa harus dilafazkan . mohon jelas . " , " assalamualai kum wr . wb . " , " n " , " niat adalah syarat sah semua ibadah . tanpa niat maka semua jenis ibadah tidak sah laku . " , " misal orang yang laku puasa di bulan ramadhan , tapi dia tidak niat sejak malam ( tabyiitunniyah ) , maka dia tetap haram makan dan minum di siang hari , namun puasa tidak sah . di hari lain , dia wajib ganti puasa yang tidak landas niat belum . " , " namun niat laku ibadah beda dengan melafadzkan niat . lafadz " , " bukan niat itu sendiri , lain hanya rupa lafadz dari niat . niat itu sendiri ada di dalam hati . " , " ketika orang puasa dan sengaja di dalam hati bahwa diri akan laku puasa , itu nama niat . balik , orang yang melafazkan lafadz niat , belum tentu di dalam hati niat laku puasa . " , " misal , orang guru tk sedang ajar lafadz itu di depan murid - murid , meski dia ulang - ulang lafadz itu bas kali , tetapi kita tidak kata bahwa ibu guru tk itu sedang niat untuk puasa esok hari . dia hanya melafadzkannya saja , tanpa niat di dalam hati . " , " demikian juga orang " , " ( isi suara ) yang sedang rekam . meski dia rekam suara yang melafazkan niat puasa , belum tentu di dalam hati dia niat untuk puasa esok hari . " , " balik , orang mungkin saja niat untuk puasa esok hari , meski lidah tidak melafadzkan apa . sebab tempat niat itu memang bukan di lidah , lain apa yang bersit di hati . " , " bagi ulama yang terlalu hati - hati dengan masalah niat ini , sehingga saking tinggi hati - hati , sampai mereka anjur untuk melafadzkan saja niat itu dengan lisan . mungkin maksud , bisa lebih pasti dan lebih mantap , paling tidak bisa jamin bahwa diri sudah niat . meski mereka tidak wajib , namun mereka anjur . " , " bagi kalang lain kata bahwa melafadzkan niat itu tidak jadi wajib , syarat atau apa . bahkan kalau sampai ke tingkat yakin bahwa melafazkan niat itu suatu harus , sudah masuk ada - adakan perkara baru di dalam agama , padahal tidak perintah dan tidak juga contoh oleh rasulullah saw . " , " tentu saja masalah ini sangat panjang debat oleh para ulama , mulai dari yang anjur sampai kepada yang membid ' ahkannya . semua tentu berangkat dari ingin capai sempurna dalam ibadah kepada allah swt . bahwa di tengah jalan mereka beda pandang , hal itu sangat wajar dan manusia , bahkan sejarah khilaf fiqih sudah mulai sejak nabi masih hidup . tidak ada yang perlu khawatir , lama kita tetap saling santun kepada sama . "
